Jumat, 09 Juni 2017

Masya Allah.. Inilah Surat Pesan Wasiat yang Ditulis Imam Besar Masjidil Haram Untuk Anies Baswedan


MAKKAH - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan mendapat kehormatan undangan khusus dari Imam Besar Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman as Sudais, Rabu siang (6/6/2017) di Makkah.

Kemenangan Gubernur Muslim di ibukota negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini sangat membanggakan para ulama dunia termasuk dari Syaikh Abdurrahman as Sudais yang merupakan Pimpinan Pengurus Dua Masjid Suci, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Pada pertemuan ini, Syaikh Sudais memberikan hadiah sebuah Mushaf Al Quran dan di halaman depannya Beliau menuliskan sebuah surat yang berisi pesan dan harapan khusus untuk Anies.

Berikut terjemahan surat yang ditulis di Mushaf itu;

Hadiah

Tanda cinta, sayang, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta untaian doa yang tidak terputus-putus untuk Saudaraku Dr. Anies Baswedan -Semoga Allah selalu menjaga beliau-.

Ucapan selamat teruntuk beliau atas apa yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala anugerahkan berupa menjadikan beliau Gubernur Jakarta.

Saya berwasiat kepada beliau agar senantiasa bertakwa (takut) kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala dan berpegang teguh kepada Al Quran Yang Agung ini dalam setiap hal.

Saya memohon kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala untuk beliau semoga senantiasa diberikan taufik dan
bimbingan dengan doa yang tulus dari Negeri Haramain yang Mulia dan untuk Bangsa Indonesia Tercinta.

Yang mencintaimu karena Allah Taala

TTD

Dr. Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Sudais

*Sumber: Fanpage Anies Baswedan




Kamis, 08 Juni 2017

Krisis Qatar: Ikhwanul Muslimin Menolak Tuduhan Arab Saudi

(Mohammed Badie, Pimpinan Ikhwanul Muslimin yang kini dipenjara rezim As-Sisi)
 CAIRO - Ikhwanul Muslimin, dalam tanggapan pertama mereka mengenai krisis Teluk, Rabu 7 Juni 2017 membantah tegas semua tudingan tak berdasar Arab Saudi mengenai keterlibatan kelompok tersebut dalam serangkaian aksi teror.

Dalam pernyataan resmi pada situs mereka, gerakan Islam tertua di dunia ini meminta kerajaan Arab Saudi untuk menghentikan dukungan mereka terhadap Presiden Mesir ilegal Abdel-Fattah al-Sissi dan tidak mendengarkan pendapat penguasa Uni Emirat Arab, yang mereka sebut korup dan menindas.

Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir pada Selasa 6 Juni 2017 mengatakan, untuk memulihkan hubungan dengan beberapa negara penting di Jazirah Arab, Qatar perlu mengambil beberapa langkah, termasuk mengakhiri
bantuan mereka untuk kelompok Hamas dan Ikhwanul Muslimin.

"Desakan Arab Saudi untuk mendukung rezim kudeta (Mesir), memberi mereka dukungan finansial dan politik, menyerang gerakan Islam moderat yang diwakili Ikhwanul Muslimin, dan menuduh Ikhwanul Muslimin melakukan terorisme, membuat kredibilitas Kerajaan dipertaruhkan," tegas Ikhwanul Muslimin.

Militer Mesir yang dipimpin As-Sisi, pada tahun 2013 menggulingkan Presiden Mesir yang sah Mohammed Morsi, salah seorang petinggi Ikhwanul Muslimin, melalui protes massa menentang kekuasannya. Aksi massa ini didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

"Jangan dengarkan Pangeran penindasan dan ketidakadilan di Uni Emirat Arab, kumpulan manusia korup itu adalah sumber bencana bagi negara Islam dan bagi kedua kerajaan (Kerajaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab). Mereka adalah sekutu Zionis dan sumber dana bagi penindasan dan kekacauan," tegas Ikhwanul Muslimin.

Kelompok Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah organisasi yang mendunia yang berdiri di Mesir tahun 1928.

Pada pemilu demokratis pertama Januari 2012 pasca tergulingnya Hosni Mubarak, Partai Ikhwanul Muslimin (Partai Kebebasan dan Keadilan/FJP) menang dengan perolehan suara 47,18 %.

Dan pada 24 Juni 2012, Muhammad Mursi salah seorang petinggi Ikhwanul Muslimin, memenangkan Pemilu Presiden yang berakhir dengan kudeta militer pada 3 Juli 2013.(pi.id)

Rabu, 07 Juni 2017

Bagaimana Rasulullah Berbuka Puasa?

Foto: Healthy Food House
TANYA: Bagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam berbuka puasa?

JAWAB: Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam biasa berbuka dengan kurma yang matang di pohon atau kurma biasa atau air.

Yang terbaik dari ketiganya adalah yang pertama dan yang paling rendah adalah yang terakhir.

Dianjurkan berbuka dalam jumlah ganjil, 3, 5 atau 7 berdasarkan ucapan Anas, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berbuka dengan makan beberapa biji kurma muda. Jika tidak ada, maka dengan beberapa butir kurma. Jika tidak ada, maka dengan beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud No. 2356). []

Sumber: Tuntunan Praktis Puasa, Tarawih, I’tikaf, Lailatul Qadar dan Zakat Fitrah/ Karya: Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah/ Penerbit: Pustaka Ibnu Umar [islampos]

Laki-laki Pezina pun Dambakan Jodoh Wanita Sholihah

Foto: Bible Study Tools
Biasanya memang begitu, penyesalan pasti di akhir. Lelaki yang yang selama ini penggiat pacaran, mabukan dan bahkan sampai melakukan zina, ia akan menyesal ketika ia berjodoh bukan dengan orang yang ia pacari atau ia zinai, tapi malah terjodoh dengan wanita shalihah.

Janji Allah, “Atthayyibu litthayyibat”, itu pasti.

Adapun lelaki yang penggiat pacaran dan pezina itu, ia bejodoh dengan wanita shalihah, ya itu adalah rahasia Allah. “Sesungguhnya Dia Maha Tahu sedangkan Kamu tidak mengetahui”. Penilaian Allah berbeda dengan penilaian hamba-Nya.

Mungkin, dengan ia berjodoh dengan wanita shalihah adalah solusi agar ia berubah dan tidak terjerumus lagi ke dalam lubang kemaksiatan.

Masing-masing individu mempunyai hati dan nurani, ia tidak tega menyakiti akhwat yang keshalihahannya terdidik dan terjaga, tapi karena itu adalah suratan Takdir, ia hanya bisa menerima walaupun sesungguhnya batinya tak tega.

Serusak-rusaknya, sebandel-bandelnya dan sejahat-jahatnya lelaki, pasti nuraninya menginginkan yang baik. Begitupun sebaliknya, sepezinanya perempuan tersebut, pasti ia menginginkan laki-laki yang baik. Namun teramat sayang sekali, hal semacam itu sangat jarang terjadi. Lagi-lagi itu adalahh takdir yang telah ditetapkan Allah Swt. [islampos]

Wallahu ‘alam bisshawaab.

Oleh: Muhammad Daud Farma

Tarawih 4 Rakaat dengan 1 Salam, Apakah Sesuai Syariat?

Foto: Shutterstock
TANYA:

Sebagian Imam shalat tarawih shalat empat rakaat atau lebih dalam satu salam, tanpa duduk setelah dua rakaat. Mereka menganggap hal itu termasuk sunnah. Apakah perbuatan tersebut memiliki dasar dalam syariat?

JAWAB:

Perbuatan ini tidak disyariatkan bahkan makruh atau haram menurut kebanyakan ulama. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749.)

Dan berdasarkan hadits yang tetap dari Aisyah radhiyallahu anha berkata:

“Dahulu Nabi shallallahu alaihi wasallam shalat malam sebelas rakaat, beliau salam setiap dua rakaat dan melakukan witir satu rakaat.”  (HR. Muslim no. 736).

Adapun hadits Aisyah yang masyhur:

“Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam dulu shalat empat rakaat, maka jangan engkau tanya akan bagusnya dan panjangnya.” (HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738).

Sebagian ulama ada yang mengatakan, maksud ‘Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat empat raka’at salam, empat raka’at salam, yaitu beliau biasa tidur sebentar ketika menyelesaikan empat raka’at, lalu beliau melaksanakan shalat lagi setelah tidur sesaat. Setelah itu beliau tidur lagi barang sesaat, kemudian beliau berdiri lagi dan melanjutkan dengan witir tiga raka’at.

Dan juga berdasarkan dari beliau Shallallahu alaihi wasallam dalam sabda beliau:

“Shalat malam itu dua-dua rakaat.”

Dan hadits-hadits tadi itu saling membenarkan satu dengan yang lainnya, saling menafsirkan yang satu dengan lainnya.

Maka wajib atas setiap muslim untuk mengambil semuanya dan menafsirkan hadits yang masih mujmal (umum) dengan yang mubayyan (khusus). []

Sumber:  : http://www.binbaz.org.sa/fatawa/4516

Kamis, 01 Juni 2017

Subhanallah... Keajaiban Susunan Huruf Kalimat Tauhid & 4 Khulafaur Rasyidin



Untuk pertama kalinya saya mengetahui info ini.....Subhanalloh...Allohu Akbar...

Setiap kita mengetahui :
bahwa setahun 12 bulan
bahwa waktu siang 12
jam
bahwa waktu malam 12 jam

Akan tetapi apakah anda tahu :

- Bahwa huruf : لا إله إلا الله
berjumlah 12 huruf.

- Bahwa : محمد رسول الله
berjumlah 12 huruf

- Dan huruf : ابو بكر الصديق
12 huruf

- Dan huruf : عمر ابن الخطاب
12 huruf

- Dan huruf : عثمان ابن عفان
12 huruf

- Dan huruf : علي بن ابي طا لب
12 huruf

SubhanAllah Robbil 'alamin.

Allahumma sholli 'alaa nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in.(pi.id)

Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf As


Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf

Dari kisah Nabi Yusuf kita dapat pelajaran bahwa tidak sepatutnya seluruh karunia yang diberikan Allah kepada kita, kita beberkan kepada orang lain.

Baik itu rezeki berbentuk harta, kebahagiaan rumah tangga, kemesraan suami-istri, kelucuan anak-anak, berbagai kesempatan, peluang dan prestasi dalam hidup, serta kelebihan-kelebihan lainnya.
Karena sebagian manusia memiliki pandangan yang sempit. Dan hatinya lebih sempit lagi melihat kelebihan yang ada pada orang lain.

Mereka lebih banyak memandang kepada nikmat yang ada di tangan orang lain daripada memperhatikan nikmat yang diberikan Allah kepadanya.

Palingkurang, kita tidak menjadi ujian bagi orang lain. Tidak patut
saudara kita berperang dengan dirinya sendiri mengatasi gejolak iri mendengarkan kicauan kita tentang banyaknya nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita. Apalagi yang mendengar lagi diuji Allah dengan kekurangan.

قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia". (Yusuf: 5)

Dari kisah Nabi Yusuf kita mendapatkan pelajaran bahwa sebagian manusia membenci kita karena kelebihan yang ada pada diri kita, bukan karena kekurangan yang merusak kepribadian kita.

Saudara Nabi Yusuf benci kepada beliau karena memiliki kegantengan melebihi mereka dan kebaikan akhlak yang tidak ada pada diri mereka.

Manusia itu tidak suka kepada orang yang mengingatkannya terhadap kekurangan dirinya.

Semoga kita terbebas dari penyakit SMS (Senang Melihat orang Susah dan Susah Melihat orang Senang).

Oleh: Ust. Zulfi Akmal
(Al-Azhar Cairo)